Hiyaaah
sebelumnya silakan dikeprok sampai habis – throw confetti anywhere – adain
pesta delapan hari delapan malam – karena pada akhirnya, pertama kali dalam
karier kepenulisan amatiran saya sepanjang 18 tahun *i dont even know that i
could write at age 1 –iya lebay-*, untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya
menulis cinta.
Sebelumnya,
aku nggak pernah nulis tentang cinta. Entah itu kisah cinta atau apa, i dont
read teenlit since it full with ‘love things’ even when the whole class, even
the whole year did – i just cant bring myself to do so. Since it always bring
me to cringe, and sometimes.. it disgusting enough for me. Haha.
I cant stand
love, and at some point i dare to say that i dont believe in love. Its only a
word. Its something absurd and no worth.
I even adored
Voldemort for his ability to not loving people. Basicly, i always think like
this : why do we bother with love if it will never last? *nyontek taylorswift*
But yeah,
time changes, and i started to think about what is love. Sebenarnya EXO-K
adalah pelakunya, penyebab saya mempertanyakan hal ini *at least since a couple
weeks ago*. kenapa oh kenapa. Karena lagu mereka yang berjudul What Is Love.
Iya sih kuno
banget. Itu lagu udah dari tahun 2012, dan yang lagi happening di EXO sekarang
itu adalah XOXO. But i always think that its really worth it to do some
nostalgic expedition. Jadi ketika orang lain sibuk menjelajahi XOXO dan
kemudian 으르렁,saya kembali lagi ke MAMA. I even started to
re-watch their 100-days promotion teaser videos.
Dan gara – gara itu saya harus
ngatur lagi list bias, dan i fall more for EXO – malunya adalah, dulu saya
berusaha mati-matian untuk ga suka sama EXO since they got so much
similiarities with Super Junior dan temanya yang kelewat gelap. But then i
realize EXO suits me since i love fiction, mungkin sesungguhnya kami adalah
jodoh yang belum tentu jodoh karena terpisahkan realita *iya pengennya*.
Lagu yang terus berputar – putar di kepala adalah What Is Love dan 너의 세상으로 (ANGEL). Awalnya sih i like this song much karena
emang lagunya enakeun dan from the whole MAMA mini album, these two really
takes my ears away.
Awalnya i just a listener. Ordinary listener. Tapi kemudian saya pulang
dari kampus dan ketemu sama anak – anak SMP *iya sekarang pulangnya jam 12 jadi
ketemu terus sama anak – anak SMP yang mengkhawatirkan. They makes me shakes my
head and said : anak smp jaman sekarang...*
Pas banget intro What Is Love muncul dari earset handphone, dua anak SMP
itu yang kayaknya early SMP, judging from their books, started to talked about
something that i resented all this time to talk about.
“kamu tau nggak? Dia cinta sama aku.”
Upon hearing this, i nearly choked. Tapi sebagai atlet kepo nomor #3
disekolah *survey telah membuktikan* saya harus stay soulless *harus belajar
dari sehun* dan kemudian saya menyibukkan diri, atau looked zoned out, tapi
sesungguhnya saya sedang beraksi.
“masa? Cinta gimana?”
Somehow they become un-audible. Gatau mereka tahu kalo saya lagi kepo
atau mereka ngomong dengan suara lebih kecil, atau saya udah kelewat ngantuk
jadi sebenarnya ada momen ketika saya tidak sadar.
Tau – tau mereka udah ngomong :
“jadi kamu ngerti kan? Kalau dia cinta sama dia, tapi ga cinta sama
kamu, tapi bilang dia cinta sama kamu, itu namanya dia cinta boongan.”
I wanted to laugh so badly. Inikah yang terjadi pada anak usia mereka ?
*Mulai kayak embah – embah* but seriously. Mereka baru SMP, palingan baru 12
tahun hidup di dunia ini, and they surely belum pernah keliling dunia untuk
mencari makna cinta *iya lebay*.
Tapi seriously, 12 year is too young to talked
about that. rather than talk love, why do they dont talk about how awful
education in this country? *terus saya ngeh kalo dulu orang – orang menatap
saya aneh gara – gara saya mengkritik kebijakan presiden waktu saya kelas 6 SD*
Terus salah satu dari mereka ngomong. The wisest talk so far
“terus kalo gitu cinta itu apa?”
Nah nak, daripada judging cinta itu ini atau itu, lebih baik anda
bertanya cinta itu apa.
But then it triggers my brain too. Yes, what is love ?
Dan pas lagi mikir kayak gitu, Baekhyun menyayat – nyayat :
my babe,
baby babe, baby, beybeeeeeeeeeeee.. malhajwo naege what is
looooooooooveeeeeeee*
(*tell me, what is love)
Then i started to closing the case in this kepo case. Karena kemudian saya
menyadari kalau otak saya mulai tidak dapat menyerap apapun dari pembicaraan
mereka yang mulai membahas hal yang tidak saya mengerti *sebenarnya mereka lagi
ngomongin geng lain. Aduh SMP banget lah itu geng – gengaaan*
Di angkot yang lain *kayaknya ini judulnya harus berubah jadi : Mencari
Cinta di Angkot*, saya duduk dan mulai berpikir soal this love thing.
What is that thing actually?
Waktu baru pertama kali masuk SMA, pernah ada kelas mentoring, dan bu
mentor saat itu, Bu Irma Nurhayati, bertanya sama kami semua, cinta itu apa.
Back then i was too depressed to answer those question. *i’m in kind of
zombie mode back at my first senior year*. Jadi saya jawab : cinta itu Cuma
kata, cinta itu bukan apa – apa.
Yang lain, yang jelas lagi ga depresi dan emang lagi usia cinta –
cintaan *halah* mulai berkhotbah atau bercerita soal apa cinta menurut mereka.
And obviously, it talked about the opposite sex.
So i just stayed there, depressed, disgusted, dan berharap bahwa saya
itu sebenarnya cucu jauhnya Voldemort dan mendapat kemampuan Voldemort untuk
tidak mencintai orang *plus kecerdasannya, plus kemampuan parseltonguenya*.
Then, buguru wrapped that answers, by saying :
“kalau nggak ada cinta,
kita nggak akan ada.”
Huah i want to exploded when i heard that. seriously. Kita ada karena
Tuhan mau kita ada.
But then buguru said :
“kalo orangtua kita nggak cinta sama kita, kita
nggak akan kayak begini.”
What happenned next is a blur. But then i just realized. Cinta doesnt
talked about opposite sex. Cinta talked about caring and compassions.
Saya turun dari angkot dan berpikir sambil berjalan, halfway, talinya
lepas dan saya berhenti sejenak untuk menalikan sepatu. Saya pakai sepatu,
karena ibu beliin saya sepatu karena cinta pada saya, ibu beli sepatu pakai
uang Ayah, Ayah memberikan uang pada ibu karena Ayah juga cinta pada saya. Ibu
beli sepatu di penjual sepatu. Penjual sepatu berjualan sepatu karena ia sayang
sekali pada keluarganya jadi ia berjualan sepatu untuk menghidupi keluarganya,
dan bisa juga ia sayang pada orang – orang yang butuh sepatu, sehingga ia
menjual sepatu.
Begitu saya sampai rumah, saya duduk di kursi sambil melepas sepatu.
Ketika saya mendongak, saya melihat ini.
See, that’s love. One of the meaning : Togetherness.
Inget banget ketika kami
mendoakan each other dengan sepenuh hati itu mah, saling nyemangatin, pesta
belajar sana – sini, whoa that months, we’re getting even closer.
We even say ‘i love you’ in english, not only to our
so-called-lifetime-partner but also to people that we love. I could even say i love you to tukang sayur
karena saya menyayangi tukang sayur yang sudah jauh – jauh dari pasar
berkeliling komplek, salah satu alasannya, karena ia menyayangi para penghuni komplek,
yang tentu saja nggak punya sayur kalau nggak ada tukang sayur.
Others is when i unlocked my mobile phone, i see these things.
More togetherness.
So,
Baekhyun,
i know what love is.
*but i still love to hear What Is Love haha*



