drabble *hah*



 Our  Very First Class Outing !

dan itu ada yang nostalgia jadi ninja. mungkin dulunya dia ninja, atau mungkin jiwa dia terjebak di masjid. bisa pilih salah satu.



Time flows, and so does ujian. Tau – tau parade ujian selesai – pengennya sih lempar toga kalau udah kayak gini. Tapi pertama, kita bukan lulus tapi selesai ujian, kedua kita nggak punya toga. Akhirnya diputuskanlah untuk liburan bareng – 

Karena udah menjelang ulangtahun Naila, orang – orang pada ngedorong Naila untuk nyewa villa. Bercanda sih. Hahah. Tapi tau – tau beneran deh kita dikasih villa. Tapi bukan villa Naila. Villanya Ijey.

Tau – tau *yah ga tau – tau juga sih. Setelah melewati sesi nari - nari pas ngumpul di luar kota asih putera, lima mangkok ramen, dan ngumpul di lantai 3* jadilah kita semua menjalani semacam holiday session setelah dirajam stress ujian *padahal habis itu tuh kita mau ujian lagi* 

Ke villa yang terletak entah dimana di Lembang *yap, saya akui, saya bukan GPS lagi*, memakan waktu sekitar dua jam, plus panik gara2 mobilnya nggak bisa nyala di pom bensin, plus diemnya hebron gara2 dia harus nyetir mobil yang ga dia biasa bawa, plus kepanikan gara2 tau kita mau nanjak tapi mobilnya otomatis yang berusaha diredam, dan plus makan keripik pedes didalam mobil thanks to keberadaan ketua geng kripik : Naila. Oh ya, dan plus lagi : teriak teriak sama Asa. 

Jadi ceritanya entah bagaimana Asa yang di planning awal harusnya di mobil bersama kami semua, berakhir bawa motor ke Lembang, nekat nggak pake jaket. Mungkin dia belum tahu kalau sebenarnya pergi ke Lembang itu ibarat pergi ke utara Kanada, atau mungkin dia itu saudaranya Jacob jadi suhu tubuhnya tuh panas terus, dan tidak pakai jaketlah dia. Kayaknya di tengah jalan dia baru tersadar kalau dunia ini tuh sebenarnya dingin, dan teriak – teriaklah dia minta jaket. Pada siapa ? pada yang didalam mobil – itu adalah scariest moment than embarassing moment. Mungkin kalau hebron ga sadar diri, hebron bakalan tancap gas dan jauh meninggalkan Asa dibelakang. Habisnya Asa teriak – teriak tanpa menghiraukan apa yang ada disekitarnya. Dia nggak peduli kalau kita lagi turun gunung, yang berarti jalannya penuh tikungan *kayak ipa 1 –eh* dan ada bapak – bapak disebelahnya yang kayaknya syok banget melihat Asa. 

Well at the end, asa melakukan aksi akrobatik dengan nikung mobil sambil menerima jaket yang dilempar dari dalam mobil. 

By the way akhirnya kita nyampe, bingung karena dede meong ilang *katanya nyasar sampai subang. Katanya loh ya . katanya*, nonton channel shopping, dimana setiap channel itu punya channel shopping sampai lima, nonton spac*to*n channel yang kayaknya lagi dibajak sama Psy jadi sepanjang hari acaranya Cuma satu : Gangnam Style. sok sok-an jadi Poseidon dan cowo – cowo jadi atlet lompat indah mendadak di pemandian Sari Ater, ngadain Barbeque Party *ceritanya*
 
sambil tuker kado dan dihantui oleh patung ayam yang butuh waktu lama sebelum kami menyadari bahwa sesungguhnya itu bukan patung ayam tapi ayam asli 
*meskipun saya lebih yakin kalau ayam itu sebenarnya mata – mata rahasia yang tugasnya memantau kami semua supaya ga aneh – aneh di villa ini yang saya yakin sesungguhnya adalah markas ufo*








Sanra menyebarkan do-it-yourself- judi oplosan *tanpa uang. Tanpa taruhan.*, lima ronde main uno dengan mas zaki bikin aliansi sama inqi,  faisal irfan entah bagaimana kekunci di kamar mandi dan andri Cuma terdiam disana, tertawa, dan pergi ke Tangkuban Perahu. Dan tau – tau udah harus pulang lagi dengan paivan bawa bonsai diskon dari 80rb jadi 304b. haha.




*bener kan. bisa jadi base sebenernya waktu itu kami berlibur di base ufo*

Intinya, liburan itu memorial banget. Tapi ada  beberapa hal yang hardly washed away from my brain misalnya : jadi penyelundup ilegal di nikahan seseorang. 

Jadi ceritanya sore hari itu sehabis makan siang *yang makan siangnya diprovide oleh Naila* kita punya semacam free time atau apalah. Kebanyakan dari kami pergi jalan – jalan dalam beberapa rombongan. I decided to join Aji’s, and shortly after, i regret that decision haha. 

Rombongannya Aji tuh isinya Aji, Oliv, Naila, and Me. Awalnya kita Cuma keluar aja mau jalan2. Tapi mata Naila yang setajam elang menemukan janur di ujung jalan, dan dia mempunyai ide brilian : 

“ayo kita makan gratis.” 


Jadi kami berakhir dengan membeli amplop di warung, memasukkan uang 2000 rupiah kedalam amplop, dan berjalan like a boss ke itu undangan. Ga sadar diri momen adalah ketika kami berjalan ke tempat undangan itu selayaknya tamu undangan dengan memakai piyama. Seriously. Most of us udah ganti baju pake baju piyama / baju tidur / baju rumah apalah itu namanya. 

Dalam perjalanan kesana, saya mundur karena tidak sanggup menahan detak jantung yang mendadak naik gara2 gugup luar biasa. Habisnya itu udah kayak mau nyebrang perbatasan Indonesia – Malaysia tanpa bawa paspor, tiket, uang, dan visa. 

Akhirnya rombongan itu pergi meninggalkan saya menuju tujuannya. Beberapa puluh menit kemudian, i decided to pergi menyusul mereka. Perjalanannya itu ternyata jauh banget ga kira – kira. Ternyata oh ternyata kami malah bertemu dengan rombongan yang lain, dan rombongan makan gratis itu pun mengalami mental breakdown saat udah didepan pintu undangan dan memutuskan untuk mundur. Amplop duaribu itu pun disobek supaya kita bisa ambil uangnya dan jajan. Dan yah, one of us merobek amplopnya, beserta isinya. 

Pulangnya, thanks to Naila dan Aji, we end up numpang ke some kind of mobil pick up – diliatin orang2 sepanjang jalan. Lupalah kami kalo ternyata ini bukan Cihanjuang.

People ayo kita liburan lagi :) kemana gitu -- *ps cari yang gratisan lagi guys haha*  

0 comments:

Post a Comment